E-SPRAYER (Konversi Pompa Semprot Manual Menjadi Pompa Semprot Elektrik)

E-SPRAYER merupakan inovasi teknologi tepat guna berupa konversi pompa semprot manual menjadi pompa semprot elektrik yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas kegiatan penyemprotan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, maupun sanitasi lingkungan. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya penggunaan pompa semprot manual yang mengharuskan pengguna memompa secara berulang sehingga menimbulkan kelelahan, menurunkan konsistensi tekanan semprot, serta m

KARYA INOVASI TEPAT GUNA

E-SPRAYER (Konversi Pompa Semprot Manual Menjadi Pompa Semprot Elektrik)


E-SPRAYER merupakan inovasi teknologi tepat guna berupa konversi pompa semprot manual menjadi pompa semprot elektrik yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas kegiatan penyemprotan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, maupun sanitasi lingkungan. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya penggunaan pompa semprot manual yang mengharuskan pengguna memompa secara berulang sehingga menimbulkan kelelahan, menurunkan konsistensi tekanan semprot, serta mengurangi efisiensi waktu kerja.

Pengembangan inovasi ini mengacu pada kebijakan pemerintah mengenai penguatan inovasi daerah dan teknologi tepat guna, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, serta kebijakan pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, ekonomis, dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat, khususnya petani, adalah tingginya beban kerja akibat penggunaan pompa manual, tekanan semprot yang tidak stabil, waktu penyemprotan yang relatif lama, serta keterbatasan biaya untuk membeli pompa semprot elektrik pabrikan yang harganya lebih mahal. Kondisi tersebut menjadi isu strategis karena berpengaruh terhadap produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan tenaga kerja, dan kualitas hasil penyemprotan.

Melalui inovasi E-SPRAYER dilakukan pembaharuan dengan mengonversi pompa semprot manual menggunakan motor listrik DC, baterai isi ulang, sakelar, sistem kelistrikan, dan pengatur tekanan sehingga proses pemompaan dilakukan secara otomatis tanpa mengubah fungsi utama tangki semprot. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan pompa manual yang sudah dimiliki tanpa harus membeli unit baru.

Keunggulan inovasi ini meliputi biaya konversi yang relatif rendah, pemasangan yang mudah, penggunaan yang ergonomis, hemat tenaga, tekanan semprot lebih stabil, mudah dirawat, serta komponen yang mudah diperoleh di pasaran. Selain itu, inovasi ini memiliki nilai kebaruan karena mengubah alat konvensional menjadi perangkat semiotomatis yang lebih efektif namun tetap terjangkau dan mudah direplikasi oleh masyarakat maupun kelompok tani.
Pembuatan inovasi E-SPRAYER dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

1.      Persiapan Alat dan Bahan

Tahap awal dimulai dengan menyiapkan pompa semprot manual beserta komponen pendukung, seperti motor pompa DC 12 volt, aki/baterai, sakelar (ON/OFF), selang, kabel, konektor, pengikat, serta peralatan kerja seperti bor, obeng, kunci, solder, dan tang.

2.      Pelepasan Sistem Pompa Manual

Pompa tangan (manual) yang berada pada tangki semprot dilepas secara hati-hati agar tidak merusak struktur tangki. Tahap ini bertujuan memberikan ruang untuk pemasangan sistem pompa elektrik.

3.      Modifikasi Tangki Semprot

Bagian bawah atau sisi tangki dimodifikasi dengan membuat lubang sesuai ukuran jalur masuk dan keluar pompa elektrik. Posisi lubang disesuaikan agar pemasangan pompa lebih kuat, aman, dan tidak menyebabkan kebocoran.

4.      Pemasangan Motor Pompa Elektrik

Motor pompa DC dipasang pada posisi yang telah ditentukan, kemudian dihubungkan dengan saluran hisap dan saluran keluar menuju selang semprot. Seluruh sambungan dipastikan rapat agar tekanan semprot tetap stabil.

5.      Instalasi Sistem Kelistrikan

Motor pompa dihubungkan dengan kabel, sakelar ON/OFF, dan sumber daya berupa aki atau baterai 12 volt. Instalasi kelistrikan dirancang sederhana, aman, dan mudah dalam proses perawatan maupun penggantian komponen.

6.      Pengujian Fungsi Alat

Setelah seluruh komponen terpasang, dilakukan pengujian dengan mengisi tangki menggunakan air. Pengujian bertujuan memastikan motor pompa bekerja dengan baik, tidak terjadi kebocoran, tekanan semprot stabil, dan seluruh sistem berfungsi sesuai rancangan.

7.      Uji Coba di Lapangan

E-SPRAYER kemudian diuji pada kegiatan penyemprotan tanaman untuk mengetahui efektivitas kerja, kualitas semprotan, daya tahan baterai, serta tingkat kenyamanan pengguna dibandingkan dengan pompa semprot manual.

8.      Evaluasi dan Penyempurnaan

Tahap terakhir dilakukan evaluasi terhadap hasil uji coba. Apabila masih ditemukan kekurangan, dilakukan penyempurnaan pada sistem pompa, instalasi kelistrikan, maupun dudukan komponen sehingga diperoleh produk yang lebih aman, efisien, ergonomis, dan siap digunakan oleh masyarakat.


Tujuan inovasi ini adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan penyemprotan, mengurangi kelelahan pengguna, meningkatkan produktivitas kerja petani, menekan biaya investasi peralatan, serta mendukung percepatan penerapan teknologi tepat guna di masyarakat. Inovasi ini juga mendukung transformasi menuju pertanian yang lebih modern, hemat energi, dan ramah pengguna.

Manfaat yang diperoleh dari penerapan E-SPRAYER antara lain berkurangnya beban fisik pengguna, waktu penyemprotan yang lebih singkat, kualitas penyemprotan yang lebih merata, peningkatan produktivitas kerja, serta efisiensi biaya karena memanfaatkan pompa manual yang telah dimiliki. Inovasi ini juga dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan, seperti penyemprotan pestisida, pupuk cair, disinfektan, dan kebutuhan sanitasi lingkungan.

Hasil penerapan inovasi menunjukkan bahwa E-SPRAYER mampu meningkatkan kenyamanan kerja pengguna, menghasilkan tekanan semprot yang lebih stabil dibandingkan pompa manual, mempercepat proses penyemprotan, serta memberikan solusi teknologi tepat guna yang ekonomis, aplikatif, dan mudah direplikasi oleh masyarakat.

#Teknologi
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT