
WONOASRI – Dalam upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul di wilayah Kabupaten Madiun, Bupati Madiun secara resmi membuka kegiatan Seleksi Peserta Pelatihan Kerja Kejuruan Las Listrik Gelombang 1 yang bertempat di SMKN 1 Wonoasri pada Selasa (07/04). Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai di sektor industri manufaktur dan konstruksi. Pelatihan ini diikuti oleh 80 pese
WONOASRI – Dalam upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul di wilayah Kabupaten Madiun, Bupati Madiun secara resmi membuka kegiatan Seleksi Peserta Pelatihan Kerja Kejuruan Las Listrik Gelombang 1 yang bertempat di SMKN 1 Wonoasri pada Selasa (07/04).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai di sektor industri manufaktur dan konstruksi. Pelatihan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari alumni SMKN 1 Wonoasri serta peserta umum dari luar sekolah di wilayah Kabupaten Madiun.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun menekankan bahwa keahlian welding atau las listrik merupakan salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh pasar kerja saat ini, baik di dalam maupun luar negeri.
"Kita tidak ingin pemuda Madiun hanya menjadi penonton. Dengan pelatihan dan seleksi yang ketat ini, kita memastikan bahwa mereka yang lolos memiliki etos kerja tinggi dan skill yang terstandarisasi. SMKN 1 Wonoasri sebagai pusat keunggulan memiliki peran vital dalam mencetak teknisi handal tersebut," ujar Bupati.
Seleksi Gelombang 1 ini mencakup beberapa tahapan evaluasi untuk menyaring kandidat terbaik dari total 80 pendaftar, antara lain:
Tes Teori: Pengetahuan dasar mengenai keamanan kerja (K3) dan teknik pengelasan.
Tes Praktik Dasar: Uji ketangkasan awal dalam penggunaan mesin las.
Wawancara: Menilai komitmen dan kesiapan mental peserta dalam mengikuti pelatihan intensif.
Kepala Sekolah SMKN 1 Wonoasri menambahkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Keterlibatan peserta dari luar lingkungan sekolah menunjukkan bahwa fasilitas pendidikan vokasi di Wonoasri kini menjadi pusat pengembangan kompetensi bagi masyarakat luas, bukan hanya bagi siswa internal.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap para peserta yang lolos seleksi nantinya tidak hanya mendapatkan ilmu teknis, tetapi juga sertifikasi yang diakui industri. Hal ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal ke perusahaan-perusahaan mitra yang telah menjalin kerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah.