
MADIUN — Sebagai bentuk nyata kontribusi dunia pendidikan terhadap masyarakat, siswa-siswi Konsentrasi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMKN 1 Wonoasri sukses menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk MOVE ("Melayani Komunitas via Edukasi"). Melalui aksi sosial ini, para siswa terjun langsung ke rumah-rumah warga di sekitar lingkungan sekolah untuk memberikan pelayanan perbaikan dan pengecekan instalasi listrik secara gratis. Program MOVE dirancang tidak hanya seb
MADIUN — Sebagai bentuk nyata kontribusi dunia pendidikan terhadap masyarakat, siswa-siswi Konsentrasi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMKN 1 Wonoasri sukses menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk MOVE ("Melayani Komunitas via Edukasi"). Melalui aksi sosial ini, para siswa terjun langsung ke rumah-rumah warga di sekitar lingkungan sekolah untuk memberikan pelayanan perbaikan dan pengecekan instalasi listrik secara gratis.
Program MOVE dirancang tidak hanya sebagai wadah aplikasi ilmu teknik yang didapat di ruang kelas, tetapi juga untuk menumbuhkan kepedulian sosial, profesionalisme, serta jiwa gotong royong di kalangan siswa SMK.
Didampingi oleh guru pembimbing dan teknisi ahli, para siswa TITL SMKN 1 Wonoasri mendatangi kediaman warga di sekitar desa sekolah yang membutuhkan bantuan terkait pemeliharaan kelistrikan rumah tangga. Kegiatan yang dilakukan meliputi:
Pengecekan standar keamanan instalasi kabel rumah.
Perbaikan dan penggantian komponen listrik yang berpotensi menimbulkan korsleting (hubungan arus pendek).
Pemasangan pengaman tambahan serta edukasi langsung mengenai penggunaan listrik yang aman dan hemat energi kepada masyarakat.
Warga sekitar menyambut antusias program ini. Banyak dari mereka yang merasa terbantu, terutama warga lanjut usia atau rumah tangga yang sebelumnya mengalami kendala instalasi listrik ringan namun terkendala biaya untuk memanggil tenaga ahli.
Kepala SMKN 1 Wonoasri menyampaikan bahwa program MOVE merupakan implementasi dari konsep pembelajaran berbasis proyek dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, siswa dapat langsung berinteraksi dengan dunia nyata, memahami problem solving di lapangan, dan melatih etika kerja profesional sebelum nantinya lulus dan terjun ke dunia industri.
"Melalui program MOVE, kami ingin memastikan bahwa kompetensi yang dipelajari anak-anak di laboratorium sekolah benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Ini adalah bentuk pengabdian sekaligus pembelajaran mental agar mereka siap menjadi tenaga teknik yang handal dan berjiwa sosial tinggi," ujar perwakilan pihak sekolah.
Dengan suksesnya pelaksanaan program MOVE gelombang ini, pihak SMKN 1 Wonoasri berharap kegiatan pengabdian masyarakat berbasis keahlian ini dapat terus berlanjut secara berkala. Selain meningkatkan keterampilan teknis siswa (hard skills), program ini juga mempererat hubungan harmonis antara pihak sekolah dengan warga masyarakat sekitar sebagai mitra strategis dalam dunia pendidikan vokasi.